Ulasan Buruk Netizen Indonesia soal Sungai Aare Sudah Hilang, Rating Berubah Jadi Bintang 4,7

Ulasan buruk yang diberikan oleh netizen Indonesia terhadap Sungai Aare yang berada di Bern, Swiss di Google Maps terpantau sudah hilang pada Senin (30/5/2022). Diketahui, netizen Indonesia berbondong bondong menyerbu ulasan terkait Sungai Aare di Google Maps setelah kabar hilangnya putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz pada Kamis (26/5/2022) silam. Adapun yang tertulis hingga saat ini pukul 08.05 WIB terpantau adalah ulasan ulasan dari akun yang diduga memang mengunjungi Sungai Aare.

Selain itu, terpantau pula rating dari Sungai Aare telah naik dari sebelumnya 3,7 menjadi 4,7 pada hari ini. Namun meski ulasan buruk dan rating bintang 1 telah dihapus, tetapi masih ada netizen Indonesia yang ikut mengomentari Sungai Aare dengan memberikan ulasan baik dan bintang 5. “Hati2 kalau berenang teman2 tetap stay safe dan waspada,” tulis akun bernama Danang.

“Itu yang ngasih ulasan gaje, Malu maluin Indo lo,” tulis Danang Setyawan. Diberitakan sebelumnya, usai adanya kabar hilangnya putra sulung Ridwan Kamil, netizen Indonesia memberikan ulasan buruk terhadap Sungai Aare yang berada di Swiss. Banyak warganet yang memberikan rating berupa bintang satu terhadap Sungai Aare.

Meski ada warganet yang memanjatkan doa agar Eril ditemukan, tapi tidak sedikit pula yang mengkritik sungai tersebut hingga memberi rating berupa bintang satu. Bahkan ada salah satu warganet yang mengaku hanya ikut ikutan saja hingga mengaitkan dengan unsur mitis dalam memberikan ulasan buruk terhadapSungai Aare Adapun berikut beberapa ulasan buruk warganet terkait sungai Aare:

“Cuma ngikut bang (memberi rating 1) jangan hujat aku,” tulis akun bernama Rey. “Sungai deras, ga cocok buat turis, jangan berenang disini,” kata Regat Store. “Tidack ramah, membuat turis celaka,” ujar Kim Andrew.

“Diduga ada jin pesugihan yang meminta tumbal,” tutur nieldz CK avrilian. “Sungainya bersih, tapi sayang butuh tumbal…,”kata Mustafa Kamal. Namun di sisi lain, adapula warganet yang memanjatkan doa dan meminta maaf dengan intonasi marah atas ulasan buruk yang diberikan oleh warganet Indonesia.

Mereka yang meminta maaf tersebut rata rata memberikan rating bintang lima terhadapSungai Aare. “Please neglected the uneducated, dumb, and foolish Indonesian who recently review bombed this site,” kata deepbroken. “Semoga Allah SWT memberi petunjuk ttg keberadaan anak sulung Ridwan Kamil yang hilang diSungai AareSwiss ini. amien,” kata syaiful bachry.

“Jangan memperbodoh diri kalian, ini musibah gaada yang mau, kita gabisa nyalahin alam krna musibah yng menimpa manusia, cukup doakan yang terbaik saja, teknologi sudah maju, tapi pemikiran kalian masih stuck disitu ajaa,” kata Ajeng Afrilaa. “Lucu banget warga +62 masa yang slh sungai nya,” ujar Azura ID. Bahkan ulasan buruk ini disorot oleh media lokal dari Swiss, 20 Minuten.

Dalam pemberitaannya, 20 Minuten mengatakan banyak netizen asal Indonesia yang menggunakan fungsi Google yaitu berupa ulasan terhadap Sungai Aare berdasarkan kasus hilangnya Eril. “Tak terhitung orang Indonesia yang sekarang terpaksa menggunakan fungsi dari Google Review untuk mengekspersikan kepedulian mereka terhadap Emmeril Mumtadz.” “Ketika melihat pada ulasan yang diberakan dapat terlihat banyak review yang ditinggalkan yaitu berupa bintag satu terhadap sungai Swiss ini. Mereka secara eksklusif berasal dari akun dengan nama orang Indonesia.”

“Banyak (warganet Indonesia) yang mendeskripsikan sungai (Aare) sebagai sungai yang berbahaya serta beberapa menginginkan agar ditutup lantaran arus kuat yang terjadi di beberapa bagian Aare dan kemungkinan besar berakibat fatal bagi Mumtadz,” demikian pernyataan tertulis dari20 Minuten. Namun, dalam pemberitaan itu, 20 Minuten juga memberikan atensi kepada netizen yang memberi bintang lima terkait ulasan Sungai Aare. 20 Minuten menyatakan kebanyakan berpesan untuk tidak menghakimi terkait situasi kemanan di negara Swiss.

“Namun juga ada pernyataan yang bernada marah untuk tidak menghakimi situasi kemaanan terhadap negara tersebut di mana mereka tidak pernah berada di sana.” “Beragam rating bintang lima terbaru juga ditemukan, beberapa dari mereka merasa malu terhadap negara mereka (Indonesia) lantaran seruan terhadap sungai tersebut.” “Beberapa dari mereka masih ingin untuk tetap pada pendirian dengan penilaiannya,” tulis 20 Minuten.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.