Tak Senang jadi Hiasan Bench AC Milan, Saelemaekers Ogah Merengek kepada Pioli

Alexis Saelemaekers mengaku tak senang melihat menit bermainnya yang terus berkurang bersama AC Milan. Namun Saelemaekers mencoba mengerti dan lebih mengutamakan kepentingan AC Milan dibanding ambisinya. Oleh karena itu, penggawa Timnas Belgia ini mau tak mau harus menerima jadi penghias bench pemain AC Milan.

Sebagaimana yang diketahui, Alexis Saelemaekers menjelma menjadi pilar utama dalam permainan Rossoneri dalam beberapa musim terakhir. Di bawah sentuhan magis Stefano Pioli, pemain 22 tahun ini berhasil menemukan top performanya. Performa ciamik dari Saelemaekers membuat Timnas Belgia memanggilnya.

Namun memasuki pertengahan musim 2021/2022, menit bermain eks Anderlecht ini mulai berkurang. Sejauh ini, dia tampil dalam 30 pertandingan di semua kompetisi. Namun mayoritas menit bermain yang didapatkannya tak diperoleh sebagai starter, namun pemain cadangan. Saelemaekers mengakui tidak ada pemain yang suka menit bermainnya berkurang. Apalagi seorang pemain ingin memberikan kontribusi sebanyak banyaknya bagi klub yang dia bela.

“Tidak pernah menyenangkan untuk bermain sedikit, tetapi kami tahu bahwa momen yang kurang positif dapat terjadi. Tapi perlahan, bekerja keras dalam latihan, saya akan kembali bermain lebih banyak. Ini momen seperti ini, tapi tetap fokus dan percaya diri,” buka Saelemaekers, sikutip dari laman Sempre Milan . Saelemaekers memiliki posisi bermain sebagai winger kanan. Pioli lebih senang bergonta ganti untuk pos tersebut.

Saelemaekers harus rela bergantian bersama Florenzi maupun Junior Messias. Bagi Saelemaekers, tidak ada waktu baginya untuk mengeluh. Karena dia sepenuhnya paham bahwa keputusan semua berada di tangan Stefano Pioli. "Saya berharap semuanya akan berjalan dengan baik dan ketika saya memiliki kesempatan, saya akan mengambilnya dengan kedua tangan. Apakah saya sudah membicarakannya dengan Pioli? Tidak karena, bagi saya, itu adalah pilihan yang dia buat."

Beban Pioli tak kalah berat, karena ditugaskan untuk membawa Scudetto ke pangkuan Rossoneri. Saelemaekers mencoba memahami itu. Oleh karena itu, dia tak memiliki waktu untuk merengek kepada sang Allenatore. Baginya, Scudetto AC Milan lebih penting dari menit bermainnya saat ini.

Winger asal Belgia ini mencoba memahami keinginan klub untuk segera mengakhiri dahaga gelar juara Liga Italia. Terakhir Rossoneri memegang gelar juara Liga Italia adalah 2010/2011. Artinya lebih dari satu dekade klub kesayangan Milanisti ini tak merajai Liga Italia. Apalagi musim lalu, Inter Milan sudah merengkuh gelar juara. Diakui atau tidak, AC Milan pasti cemburu melihatnya.

"Saya harus menerima kompetisi dan mencoba melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kembali tempat saya di lapangan. Pada intinya, kami adalah tim yang memiliki misi yang sama, yakni membawa AC Milan juara," pungkasnya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.